Dirjen PAS Buka Pelatihan Tenaga Konstruksi Bangunan Umum Tahap 2

BATAM – Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, membuka pelatihan tenaga konstruksi bidang bangunan umum tahap 2 tahun 2018, Selasa (9/10), di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam.

Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman tentang penyelenggaraan peningkatan kapasitas bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bidang jasa konstruksi yang telah ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tanggal 27 Juli 2018 di Nusakambangan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada torat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan aktif dalam pelaksanaan pembinaan WBP,” ujar Utami.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 1.041 WBP juga menerima Sertifikat Keterampilan kerja sebagai salah satu bukti Pemasyarakatan bisa mengubah dan mencetak kader-kader WBP yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat yang merupakan perwujudan dari program “Merah Putih Narapidana, Bakti Bagimu Negeri”.

“Kami sedang berupaya mewujudkan secara nyata konsep dan tujuan Sistem Pemasyarakatan dalam membentuk WBP agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dan juga dapat berperan aktif dalam kegiatan yang positif bagi masyarakat,” lanjut Utami.

Sebelumnya, pada tanggal 21 Mei 2018 telah dilaksanakan kegiatan pengukuhan “Pasukan Merah Putih Narapidana” pada setiap lapas di seluruh Indonesia bagi WBP yang sudah memenuhi syarat atau memasuki tahap asimilasi sehingga dapat mengikuti pelatihan, khususnya bidang pertukangan kayu dan bangunan serta pembesian.

Salah satunya adalah pelaksanaan pelatihan jasa konstruksi bidang bangunan umum yang hari ini dilaksanakan secara serentak di 13 (tiga belas) lapas/rutan dengan jumlah peserta 1.000 orang. Terjadinya bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami di Kota Palu membuat rencana kegiatan pelatihan yang awalnya akan dilaksanakan di Lapas Palu ditunda sehingga pelatihan kali ini hanya akan dilaksanakan di 12 lapas/rutan. Namun, jumlah pesertanya bertambah dari 1.000 menjadi 1.006 WBP. (Red).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here