Menkumham Lantik 7 Pimpinan Tinggi Madya

JAKARTA – Dimanapun bertugas, di pundak saudara tersematkan amanah besar, amanah negara, dan amanah rakyat.  Hal tersebut disampaikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly saat melantik 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kemenkumham di Graha Pengayoman Gedung Kemenkumham, Rabu (28/11/2018).

Yasonna mengatakan, tugas dan jabatan yang kita emban merupakan upaya dalam mendorong suksesnya mekanisme penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Kemenkumham telah meraih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat tahun berturut-turut oleh karenanya pertahankan itu, dan saya tidak mau mundur walau selangkahpun,” tambahnya.


Lebih lanjut Menkumham berpesan agar melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, berbuat yang terbaik untuk Kementerian. Sebesar apapun amanah yang dibebankan, kita harus mempertanggungjawabkannya tidak hanya kepada diri sendiri, keluarga, tetapi juga dan terlebih lagi kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Baca: Menkumham Terima Kunjungan Dubes Korsel

“Tugas dan jabatan yang diamanahkan kepada Saudara adalah Kepercayaan dan Kehormatan. Tetapi di sisi lain merupakan tantangan, ujian, dan cobaan, sekaligus godaan” ucap Menkumham.

Jabatan pimpinan tinggi merupakan jabatan strategis dalam mendukung birokrasi     yang     progresif, responsif, dan partisipatif melalui tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan yang diembannya. Dalam melaksanakan  tugas-tugas  demikian, setiap pejabat pimpinan tinggi harus menjamin akuntabilitas jabatan, sesuai dengan jenjangnya masing-masing

7 Pejabat yang dilantik adalah, Jhonny Ginting (Inspektur Jenderal), Benny Riyanto (Kepala BPHN), Cahyo R. Muzhar (Dirjen AHU), Asep Kurnia (Kepala BALITBANGHAM), Razilu (Staf Ahli Bidang Ekonomi) Nugroho (Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi), Min Usihen (Staf Ahli Bidang Sosial).

Diakhir sambutannya menkumham mengajak untuk membangun integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong di jajaran unit kerja masing. “Tingkatkan integritas, loyalitas, hindari penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, dan tunjukan pada masyarakat bahwa kita mampu menjadi Aparatur Negara yang PASTI dan Always The Best.” pungkasnya. (red).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here